Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Buzkashi, Olah Raga Ekstrim Saling Berebut Bangkai Kambing

Lomba Menyeret Kambing atau Buzkashi adalah olahraga yang populer dari Afghanistan. Dimainkan di atas kuda di negara-negara Asia Tengah seperti Afghanistan, Uzbekistan, Tajikistan, Kyrgyzstan, Pakistan utara, India dan Kazakhstan.

Buzkashi dapat dibandingkan dengan permainan Polo, ada dua tim dan pemain naik kuda, seperti di Polo, tapi bukannya bola yang digunakan, namun bangkai kambing tanpa kepala atau betis.



Peraturan dari permainan ini adalah untuk merebut bangkai kambing dan kemudian membawanya melewati pemain lain dan terus berlari sampai melewati garis gawang atau ke lingkaran sasaran.

Persaingan biasanya sengit, sebagian pemain lain mungkin menggunakan kekuatan untuk menyandung kuda dalam rangka untuk menggagalkan upaya mencetak gol. Para pengendara akan membawa cambuk, biasanya mereka gigit, untuk mengintimidasi kuda lawan dan penunggangnya.

Para penunggang biasanya memakai pakaian tebal dan pelindung kepala untuk melindungi diri terhadap pemain lain dari cambuk dan tendangan sepatu bot. Permainan bisa berlangsung selama beberapa hari, dan tim pemenang menerima hadiah, tidak selalu uang, sebagai imbalan untuk menang.


Bangkai Kambing dalam permainan Buzkashi biasanya dipenggal dan memiliki anggota badan yang terpotong di lutut. Kemudian direndam dalam air dingin selama 24 jam sebelum digunakan untuk bermain untuk menguatkan bangkai itu. Kadang-kadang pasir dimasukkan ke dalamnya untuk memberikan bobot ekstra.


Pemain Buzkashi yang professional dilatih secara intensif selama bertahun-tahun, oleh banyak master (disebut chapandaz) yang berumur di atas empat puluh tahun. Permainan ini juga memerlukan kuda khusus yang terlatih yang harga jualnya bisa mencapai US $ 10.000-15.000.

 

 

  

  

 

Sumber :
danish56.blogspot.com / http://www.apakabardunia.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Inilah Satu-Satunya Suku yang Memakan Tanah Liat Panggang

Hmm... bagaimana ya rasanya memakan tanah liat yang dipanggang, tapi untuk warga yang satu ini adalah jagonya makan tanah liat. Bagi warga Tuban, Jawa timur memakan tanah lait panggang tak berbeda seperti kita memakan stik coklat.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhf14ozLptZ9wvuYfPltxhaKMIrEmT9-KJVua1dXzgZ16T_2AN6hEHxzSB5zkZoNcrpX6YHQUX_c_mcbqacBjZ9jpULQoSVfQ1pJSWIVGNwb2ou74zCKIeAyw4EIhv0i72JEtUZj5B0dLI/s1600/t7fkveqi.jpg

Makanan dari tanah liat yang diberi nama "Ampo" ini sudah menjadi makanan tradisional yang dipercaya masyarakat Tuban dapat menguatkan sistem pencernaan. Bahkan memakan tanah liat juga dipercaya sebagai obat yang dapat mengobati beberapa macam penyakit.

Rasima, sang penjual Ampo, mengatakan bahwa tidak ada resep untuk memasak tanah tersebut. Dia hanya mencari tanah yang bersih yang bebas dari kerikil, kemudian ditumbuk dan dipadatkan sehingga berbentuk segi empat.

Kemudian, mengikisnya dengan stik dan membentuknya seperti gulungan. Tanah yang sudah menggulung itu kemudian dibakar dan diasapi selama 1 jam, lalu jadilah sebagai snack atau makanan ringan yang siap dimakan.

Rasima biasanya menjualnya dipasar dan sehari dia bisa mempunyai penghasilan sekitar Rp 20 ribu untuk menghidupi keluarganya.

Tuban merupakan satu-satunya tempat di dunia yang memakan tanah panggang. Memang ada orang-orang lain di dunia yang suka makan pasir, dan benda aneh lainnya, tapi tidak ada yang memakan tanah panggang.

Salah seorang warga Tuban mengatakan bahwa dia sudah memakan ampo sejak dia masih kecil dan ampo mendinginkan perutnya. Berikut ini cara membuatnya :


1. Pisahkan Tanah Liat Dengan Kerikil dan Pasir


Pada tahap ini tanah dipilah-pilah antara yang lembut dan yang kasar. Seperti halnya membuat adonan jajanan, maka keseragaman tanah menentukan kenikmatan dan kepulenan cemilan yang dihasilkan nantinya.


2. Bentuk Tanah Menjadi Kotak-Kotak


Kalau kita membuat kue ada istilah kalis, ya disini juga demikian, membuat adonan tanh liat menajdi bentuk kotak menunjukan bahwa adonan sudah kalis.

Kalis sendiri berarti komposisi tanah dan air sudah merata pada setiap bagian adonan. Ciri adonan tanah liat yang kalis dilihat dari sudah tidak lengket pada telapak tangan.


3. Bentuk Stick/batangan


Tanah liat dibentuk menjadi stik, jika anda lihat sepintas pembuatannya mirip dengan pembuatan wafer stick atau astor.


4. Bakar Tanah Liat


Setelah tanah liat dibentuk menjadi stick, kemudian dipanggang diatas tungku tradisional sampai mengeras dan kering. Seperti terlihat pada gambar, tanah liat diletakkan diatas wajan dengan pemanasan tungku dan kayu.


5. Disajikan


Setelah semua proses dilalui maka tanah liat siap disajikan di meja untuk jadi teman ngobrol dan nonton.


Kalau Anda penasaran dan cukup berani silahkan berkunjung ke tuban dan mencicipinya sendiri. Anda juga bisa meminta untuk membungkusnya sebagai oleh-oleh keluarga dirumah. Tentunya menikmati bersama keluarga akan membawa kenikmatan tersendiri. Bagaimana, Anda tertarik?

Sumber :
beritajatim.com / kaskus.us / sourceflame.blogspot.com / www.apakabardunia.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS